MANIFESTING IN ISLAM

 Manifesting ialah membuat sesuatu menjadi kenyataan melalui pikiran alam bawah sadar. Dengan melakukan manifesting seseorang dapat membuat pikirannya lebih fokus ke hal apa yang ingin diwujudkan.

Perlu diketahui bahwa manifesting bukanlah suatu kebetulan seperti sihir atau sulap tetapi manifesting harus dibarengi dengan usaha dan tindakan. Sehingga bisa mencapai apa yang diinginkan.

Akhir-akhir ini ramai dengan tren Tiktok tentang mewujudkan keinginan.Tren ini dikenal dengan istilah manifest atau manifesting, yang mana kata ini merupakan serapan dari bahasa Inggris.

Manifesting yang ramai di Tiktok ini dilakukan dengan cara menulis suatu keinginan di akun Tiktok pribadi secara privat dan menggunakan lagu Umasaa by Calein dari Jesusa sebagai latar audio.


Lantas, Apakah Melakukan Tren Manifesting Diperbolehkan dalam Islam?

Manifesting dalam Islam diperbolehkan dengan catatan tidak melakukan melalui tren tiktok dengan menggunakan audio dari Jesusa tersebut. Jika dilihat, sebagian besar orang terkhusus orang muslim merasa percaya bahwa dengan melakukan manifesting di Tiktok melalui audio itu dapat membantunya mewujudkan apa yang diinginkan.

Sedangkan dalam Islam, Allah SWT dan Rasul-Nya sudah menjelaskan bahwa berdoa dan memohonlah segala sesuatu hanya kepada Allah SWT. Dengan cara berdoa pada waktu salat fardu maupun sunah. Selain dari berdoa kepada Allah SWT, seseorang yang melakukan manifesting itu harus disertai dengan doa, usaha, dan kerja keras yang tentunya dengan cara yang baik, dalam artian halal bukan haram. 


Seperti dijelaskan di atas bahwa manifesting bisa dilakukan dengan cara melakukan afirmasi positif dan bersyukur. Bisa juga dengan mengucapkan kata-kata positif atau hal-hal baik karena dalam Islam dijelaskan bahwa ucapan adalah doa. Manifestasi harus dilakukan karena Allah SWT, bukan manifesting menggunakan audio seperti yang sedang tren di tiktok. Terkait manifestasi dengan cara berdoa dan memohon kepada Allah SWT dijelaskan melalui ayat dan hadis berikut:

  • "Dan katakanlah kepada hamba-hamba-Ku. Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar). Sungguh, setan itu (selalu) menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sungguh, setan adalah musuh yang nyata bagi manusia". (QS. Al-Isra’)
  • Dari Abu Hurairah, bahwasanya Nabi SAW bersabda: "Sesungguhnya seorang hamba yang berbicara dengan kata-kata yang diridai oleh Allah SWT tanpa berpikir panjang, Allah akan mengangkatnya beberapa derajat dengan kata-katanya itu. Dan seorang hamba yang berbicara dengan kata-kata yang dimurkai oleh Allah SWT tanpa pikir panjang, Allah SWT akan menjerumuskannya ke neraka jahanam dengan kata-katanya itu". (HR Bukhari, Ahmad dan Malik)

Dari ayat dan hadis di atas dapat disimpulkan bahwa melakukan manifesting diperbolehkan dalam Islam. Dengan catatan manifesting yang dilakukan adalah dengan cara berdoa dan memohon kepada Allah SWT melalui salat, baik itu berdoa pada saat salat fardu maupun sunah.

Gunakan pikiran positif, visualisasi, dan niat baik sebagai bagian dari doa dan motivasi. Namun, selalu kaitkan dengan usaha nyata, doa yang benar, dan tawakal mutlak kepada Allah SWT. Hindari pemahaman bahwa keinginan akan terwujud hanya dengan "energi" atau visualisasi tanpa peran aktif dari Allah dan usaha seorang hamba. 


Referensi : https://www.akurat.co/khazanah-islam/amp/1302996000/manifesting-sedang-tren-di-tiktok-apakah-diperbolehkan-dalam-islam

Komentar

Postingan populer dari blog ini

5 FONDASI KEHIDUPAN ISLAM

DZIKIR PENENANG HATI

MENUTUP AURAT ITU WAJIB, BUKAN KUNO.