DZIKIR PENENANG HATI

 






Berdoa dan berdzikir setelah sholat fardhu termasuk ke dalam amalan yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW, sebab waktu selepas sholat fardhu tergolong mustajab. Doa-doa lebih cepat dikabulkan oleh Allah SWT.

Rasulullah SAW ketika ditanya perihal doa yang paling didengar, yaitu doa yang paling dekat dengan dijabah menjawab adala doa di tengah malam dan setelah sholat lima waktu." (HR Tirmidzi)

Para ulama sepakat bahwa hukum berzikir setelah sholat fardhu termasuk sunnah. Pendapat ini dikatakan Imam an-Nawawi melalui Kitab al-Adzkar dengan bersandar pada sejumlah hadits, salah satunya yang berasal dari Umamah RA, dia berkata:

"Ada seseorang yang bertanya kepada Rasulullah SAW: 'Doa apa yang paling dikabulkan Allah?' Beliau menjawab, 'Di akhir malam dan setelah sholat maktubah (fardhu).'" (HR At-Tirmidzi dalam kitab Sunan-nya dan ia mengatakan hadits ini hasan).

Membaca Dzikir Pertama

أَسْتَغْفِرُ اللهَ (٣×) اللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلامُ، وَمِنْكَ السَّلَامُ، تَبَارَكْتَ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ

Arab latin: Astaghfirullah (3x) Allahumma anta assalaam, wa minka assalaam, tabaarakta yaa dzal jalaali wal ikraam

Artinya: "Aku memohon ampun kepada Allah, (3x). Ya Allah, Engkau Mahasejahtera, dan dari-Mu kesejahteraan, Mahasuci Engkau, wahai Rabb Pemilik keagungan dan kemuliaan." (Dari Tsauban, HR Muslim, Ahmad, Abu Dawud, an-Nasa'i & Ibnu Majah)

2. Melanjutkan Lafaz Dzikir Kedua

لا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرُ، اللَّهُمَّ لَا مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ، وَلَا مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْت، وَلَا يَنْفَعُ ذَا الْجَدِ مِنْكَ الْجَدُّ

Arab latin: Laa ilaaha illa Allahu wahdahu laa syariika lahu, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa 'ala kulli syai'in qadiir, Allahumma laa maani'a limaa a'thaita wa laa mu'thiya limaa mana'ta wa laa dzal jaddi minka aljaddu

Artinya: "Tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar melainkan hanya Allah Yang Mahaesa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya segala ke- rajaan dan bagi-Nya segala pujian. Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Ya Allah, tidak ada yang men- cegah apa yang Engkau beri dan tidak ada yang memberi apa yang Engkau cegah. Tidak berguna kekayaan dan kemuliaan itu bagi pemiliknya dari (siksa)-Mu." (Dari al-Mughirah bin Syu'bah, HR Bukhari, Muslim, Abu Dawud, Ahmad, an-Nasa'i, Ibnu Khuzaimah, & ad-Darimi)

3. Membaca Dzikir Tasbih, Tahmid dan Takbir 33x

سُبْحَانَ اللهِ (۳۳×) اَلْحَمْدُ لِلَّهِ (۳۳×) اللهُ أَكْبَرُ (۳۳×)

Arab latin: Subhaanallah (33x) Alhamdulillah (33x) Allahu akbar (33x)

Artinya: "Mahasuci Allah, (33x)" "Segala puji bagi Allah, (33x)" "Allah Mahabesar, (33x)"

4. Lanjutkan dengan Dzikir Lainnya

لا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِير

Arab latin: Laa ilaaha illa Allahu wahdahu laa syariika lahu lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa 'ala kulli syai'in qadiir

Artinya: "Tidak ada tuhan yang berhak diibadahi dengan benar melainkan hanya Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya, bagi kerajaan, bagi-Nya segala puji. Dialah Yang Mahakuasa atas segala sesuatu." (HR Muslim, Ahmad, Ibnu Khuzaimah & Baihaqi)

5. Membaca Surah Al Ikhlas, Surah Al Falaq, dan Surah An Nas

Membaca surah Al Ikhlas terlebih dahulu,

قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ

Arab latin: Qul huwallāhu aḥad

Artinya: "1. Katakanlah (Muhammad), "Dialah Allah, Yang Maha Esa."

اَللّٰهُ الصَّمَدُۚ

Arab latin: Allāhuṣ-ṣamad

Artinya: "2. Allah tempat meminta segala sesuatu."

لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَدْۙ

Arab latin: Lam yalid wa lam yụlad

Artinya: "3. (Allah) tidak beranak dan tidak pula diperanakkan."

وَلَمْ يَكُنْ لَّهٗ كُفُوًا اَحَدٌ

Arab latin: Wa lam yakul lahụ kufuwan aḥad

Artinya: "4. Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia."

Kemudian dilanjutkan dengan surah Al Falaq,

1. قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ الْفَلَقِۙ

Arab latin: qul a'ụżu birabbil-falaq

Artinya: "Katakanlah (Nabi Muhammad), "Aku berlindung kepada Tuhan yang (menjaga) fajar (subuh)"

2. مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَۙ

Arab latin: min syarri mā khalaq

Artinya: "dari kejahatan (makhluk yang) Dia ciptakan"

وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ اِذَا وَقَبَۙ 3.

Arab latin: wa min syarri gāsiqin iżā waqab

Artinya: "dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita"

4. وَمِنْ شَرِّ النَّفّٰثٰتِ فِى الْعُقَدِۙ

Arab latin: wa min syarrin-naffāsāti fil-'uqad

Artinya: "dari kejahatan perempuan-perempuan (penyihir) yang meniup pada buhul-buhul (talinya)"

5. وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ اِذَا حَسَدَ ࣖ

Arab latin: wa min syarri hāsidin iżā hasad.

Artinya: "dan dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki."

Lalu, membaca surat An Nas,

قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ النَّاسِۙ ١

Arab latin: qul a'ụżu birabbin-nās

Artinya: "1. Katakanlah (Nabi Muhammad), "Aku berlindung kepada Tuhan manusia."

مَلِكِ النَّاسِۙ ٢

Arab latin: malikin-nās

Artinya: "2. Raja manusia,"

اِلٰهِ النَّاسِۙ ٣

Arab latin: ilāhin-nās

Artinya: "3. sembahan manusia"

مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ ەۙ الْخَنَّاسِۖ ٤

Arab latin: min syarril-waswāsil-khannās
Artinya: "4. dari kejahatan (setan) pembisik yang bersembunyi"

الَّذِيْ يُوَسْوِسُ فِيْ صُدُوْرِ النَّاسِۙ ٥

Arab latin: allażī yuwaswisu fī ṣudụrin-nās

Artinya: "5. yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia,"

مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّا ࣖ ٦

Arab latin: minal-jinnati wan-nās

Artinya: "6. dari (golongan) jin dan manusia."

6. Melafalkan Ayat Kursi

اَللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۚ اَلْحَيُّ الْقَيُّوْمُ ەۚ لَا تَأْخُذُهٗ سِنَةٌ وَّلَا نَوْمٌۗ لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِۗ مَنْ ذَا الَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَهٗٓ اِلَّا بِاِذْنِهٖۗ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْۚ وَلَا يُحِيْطُوْنَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهٖٓ اِلَّا بِمَا شَاۤءَۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَۚ وَلَا يَـُٔوْدُهٗ حِفْظُهُمَاۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ

Arab latin: Allāhu lā ilāha illā huw, al-ḥayyul-qayyụm, lā ta`khużuhụ sinatuw wa lā na`ụm, lahụ mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ, man żallażī yasyfa'u 'indahū illā bi`iżnih, ya'lamu mā baina aidīhim wa mā khalfahum, wa lā yuḥīṭụna bisyai`im min 'ilmihī illā bimā syā`, wasi'a kursiyyuhus-samāwāti wal-arḍ, wa lā ya`ụduhụ ḥifẓuhumā, wa huwal-'aliyyul-'aẓīm

Artinya: "Allah, tidak ada tuhan selain Dia, Yang Maha Hidup lagi terus-menerus mengurus (makhluk-Nya). Dia tidak dilanda oleh kantuk dan tidak (pula) oleh tidur. Milik-Nyalah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang ada di hadapan mereka dan apa yang ada di belakang mereka. Mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun dari ilmu-Nya, kecuali apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya (ilmu dan kekuasaan-Nya) meliputi langit dan bumi. Dia tidak merasa berat memelihara keduanya. Dialah yang Maha Tinggi lagi Maha Agung."


-Hikmah Dzikir-

Memberikan ketenangan dan ketentraman hati

Dengan berzikir, hati akan terasa lebih tenang dan damai. Hal ini merupakan jaminan oleh Allah SWT seperti yang tertuang dalam surat Ar-Ra’d ayat 28: “Ingatlah dengan mengingat Allah, hati menjadi tenang.”

 

2. Mendapatkan ampunan dan pahala yang besar

Zikir bisa mengugurkan dosa-dosa kecil yang pernah kita lakukan, lho. Tak hanya ampunan dari Allah SWT, berzikir juga bisa memberikan pahala yang besar.

Manfaat zikir ini tertuang dalam surah Al-Ahzab ayat 35: “Orang-orang yang banyak berzikir kepada Allah, lelaki maupun perempuan, maka Allah sediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang sangat besar.”

 

3. Mendapatkan pertolongan Allah

Seperti yang sudah disebutkan tadi ya, zikir menjadi cara untuk kita terus mengingat Allah SWT.

Sebaliknya, Allah pun menjanjikan dengan terus mengingat-Nya, maka Allah akan mendatangkan pertolongan untuk hamba-Nya seperti yang tertuang dalam surat Al-Baqarah ayat 152: “Maka Ingatlah kepada-Ku, Aku pun akan ingat kepadamu.”

 

4. Dilancarkan rezekinya

Dalam surat Al-Jumuah ayat 10, Allah SWT berfirman: “Carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak agar kamu beruntung.”

Surat ini menyiratkan kepada kita bahwa dengan mengingat atau berzikir kepada Allah, bisa menambah kemudahan dan kelancaran rezeki seseorang.

 

5. Jauh dari godaan setan

Rutin berzikir bisa membantu kita menjauhkan diri dari godaan setan dan jin. Semakin sering berzikir, maka akan semakin meningkat keimanan kita kepada Allah SWT yang membuat jin dan setan enggan untuk mendekati kita.

Seperti yang tertuang dalam surat Az-zukhruf ayat 36: “Barangsiapa yang berpaling dari mengingat Allah, maka akan Kami jadikan setan sebagai pendamping yang selalu menemaninya.”

Menghilangkan kemunafikan

Dikatakan oleh Ibnul Qayyin, manfaat terbesar dari zikir adalah untuk menghilangkan kemunafikan. Hal ini dikarenakan keengganan orang munafik untuk berzikir kepada Allah SAW.

Seperti firman Allah di surat An-Nisa’ ayat 142: “…Dan apabila mereka berdiri sholat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya’ (dengan sholat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka berzikir kepada Allah kecuali sedikit sekali.”

 

7. Dijanjikan surga oleh Allah SWT

Allah SWT menjanjikan surga kepada siapa aja yang berzikir setiap hari.

Dari Syaddad bin Aus radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa mengucapkan zikir di siang hari dalam penuh keyakinan, lalu ia mati pada hari tersebut sebelum sore hari, maka ia termasuk penghuni surga. Dan barangsiapa yang mengucapkannya di malam hari dalam keadaan penuh keyakinan, lalu ia mati sebelum subuh, maka ia termasuk penghuni surga.” (HR. Bukhari).

 

8. Mendapatkan perlindungan di hari kiamat

Rasullah SAW pernah bersabda mengenai golongan apa saja yang akan mendapatkan naungan dari Allah di hari kiamat. Salah satunya adalah orang yang selalu mengingat Allah dengan berzikir.

“Ada tujuh golongan yang mendapatkan naungan Allah pada hari kiamat… di antaranya adalah seorang lelaki yang mengingat Allah dalam keadaan sepi, kemudian meneteslah air matanya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

 

9. Mendapatkan kebahagiaan setelah mati

Setelah mati, seluruh harta benda yang dimiliki akan ditinggalkan. Namun, amalan baik seperti zikir yang dilakukan akan memberikan kebahagian setelah mati.

Imam Ghazali pernah menyampaikan keutamaan zikir, sesungguhnya seseorang yang mati tidak benar-benar lenyap, yang juga melenyapkan amalan zikir. Ia hanya lenyap dari dunia dan alam syahadah, bukan dari alam malakut. Hal ini pun tertera dalam Al-Qur’an surat Ali ‘Imran ayat 169-170.

 

10. Amalan yang disukai Rasulullah SAW

Rasulullah SAW tidak pernah melewatkan zikir setiap hari. Maka dari itu, zikir menjadi salah satu sunah rasul yang sangat dianjurkan untuk umat Muslim. Dengan mengamalkannya, kamu sudah meneladani sifat-sifat Rasulullah dan mendekatkan diri sesuai sunnahnya.


Referensi : https://www.detik.com/hikmah/khazanah/d-6925622/urutan-bacaan-dzikir-usai-sholat-fardhu-lengkap-dengan-arab-latin-dan-arti/amp


Referensi : https://www.detik.com/hikmah/khazanah/d-6925622/urutan-bacaan-dzikir-usai-sholat-fardhu-lengkap-dengan-arab-latin-dan-arti/amp

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

5 FONDASI KEHIDUPAN ISLAM

MENUTUP AURAT ITU WAJIB, BUKAN KUNO.